snow

Tampilkan postingan dengan label Theory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Theory. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Desember 2017

Landasan Teori: Kreativitas dan Problem Solving

A.      Kreativitas
1.         Definisi Kreativitas
Menurut Semiawan (1987), kreativitas adalah sebuah proses yang menyebabkan lahirnya kreasi baru dan orisinal. Sedangkan menurut Torrance (dalam Ali & Asrori, 2006) mendefinisikan kreativitas sebagai proses kemampuan memahami kesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis-hipotesis baru, dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya, serta sedapat mungkin memodifikasi dan menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan.
Guilford (dalam Ali & Asrori, 2006) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai ciri-ciri seorang kreatif. Lebih lanjut Guilford mengemukakan dua cara berpikir, yaitu cara berpikir konvergen dan divergen. Cara berpikir konvergen adalah cara-cara individu dalam memikirkan sesuatu dengan berpandangan bahwa hanya ada satu jawaban yang benar. Sedangkan cara berpikir divergen adalah kemampuan individu yang mencari berbagai alternatif jawaban terhadap persoalan. Dalam kaitannya dengan kreativitas, Guilford menekankan bahwa orang-orang kreatif lebih banyak memiliki cara-cara berpikir divergen daripada kovergen.

Minggu, 15 Oktober 2017

Hubungan Interpersonal

1.        Definisi Hubungan Interpersonal
Menurut Dian & Srifatmawati (2012) hubungan interpersonal adalah hubungan yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling tergantung satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten.
Menurut Cangara (2011) interpersonal secara umum adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka.
Menurut Baron & Bryne (2002) hubungan interpersonal adalah hubungan diluar diri atau disebut juga dengan penyesuaian dengan orang lain.
Menurut Sarwono (2002) hubungan antar pribadi (interpersonal relation) yaitu salah satu unsur dasar yang dipelajari dalam psikologi sosial dan merupakan awal dari segala bentuk interaksi sosial.

Self-Esteem

1.        Definisi Self Esteem
Menurut Santrok (2003) self esteem merupakan dimensi evaluatif yang menyeluruh dari diri. Self esteem juga disebut sebagai harga diri atau gambaran diri.
Menurut Atwater (dalam Dariuszky, 2004) self esteem adalah cara seseorang merasakan dirinya sendiri, dimana seseorang akan menilai tentang dirinya sehingga mempengaruhi perilaku dalam kehidupannya sehari-hari.
Menurut Coopersmith (1967) self esteem merupakan evaluasi yang dibuat individu dan kebiasaan memandang dirinya terutama mengenai sikap menerima atau menolak, dan indikasi besarnya kepercayaan individu terhadap kemampuannya, keberartian, kesuksesan dan keberhargaan. Secara singkat self esteem adalah “personal judgment” mengenai perasaan berharga atau berarti yang di ekspresikan dalam sikap-sikap individu terhadap dirinya.